Frontpage
MENGEMBANGKAN OLAHRAGA TRADISIONAL
Ajang perhelatan olahraga rekreasi-masyarakat telah usai. Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) yang diselenggarakan pada tanggal 6 – 9 Oktober 2011 di Parkir Timur Gelora Bung Karno Jakarta lalu menjadi momentum penting bagi kebangkitan olahraga rekreasi di Indonesia. Selama ini olahraga rekreasi belum mendapatkan posisi yang sejajar dengan olahraga prestasi maupun pendidikan. Padahal potensi dan manfaat dari olahraga rekreasi amat besar. Selain meningkatkan derajat kesehatan dan kebugaran masyarakat, olahraga rekreasi yang pada dasarnya bersumber dari khasanah kebudayaan masyarakat juga memiliki potensi untuk mengangkat olahraga daerah atau tradisional yang ada di seluruh wilayah Indonesia.
Tidak banyak jenis olahraga tradisional Indonesia yang muncul di permukaan. Beberapa olahraga tradisional yang sudah diketahui secara umum adalah Pencak Silat, Egrang, Bakiak/Terompah, Tarik Tambang, Balap Karung, Karapan Sapi, Gasing, dan Sumpit. Sementara yang lain seperti Benteng, Galah Asin, Benjang, Langga, Manggurebe, Pacu Jalur, Pathol dan Zawo-Zawo baru dikenal oleh kalangan terbatas, terutama di daerah tempat olahraga itu berasal. Masih banyak lagi olahraga tradisional di tanah air kita ini yang belum digali dan dikembangkan.
Sudah saatnya masing-masing daerah menggali dan mengembangkan olahraga tradisionalnya. Kenapa penting? Pertama, tentu saja agar olahraga tersebut dapat terus diwariskan kepada generasi selanjutnya sebagai warisan kekayaan budaya bangsa. Jangan sampai warisan tersebut hilang dan musnah.
Kedua, dengan terdokumentasi dan tersosialisasikannya olahraga tradisional tersebut, maka ia akan dikenal sebagai olahraga yang berasal dari bangsa Indonesia. Hal ini menjadi penting tatkala saat ini Organisasi PBB untuk Pendidikan, Ilmu dan Budaya, UNESCO, mulai mendokumentasikan kebudayaan seluruh negara di dunia sebagai warisan kebudayaan dunia (world heritage).
Ketiga, tentu saja kita boleh berharap bahwa pada suatu hari nanti, beberapa olahraga tradisional Indonesia akan dipertandingkan di ajang olympiade internasional (Olympic Games). Bukankah semua jenis olahraga yang dipertandingkan di olympiade saat ini pada awalnya adalah olahraga tradisional di negara asalnya? Bukan tidak mungkin bila kita serius mengembangkan jenis olahraga tradisional yang kita miliki dapat dipertandingkan di tingkat nasional bahkan internasional.
Maka melalui ajang olahraga rekreasi FORNAS yang nantinya akan diselenggarakan secara rutin ini, dapat menjadi wadah bagi seluruh daerah di Indonesia untuk unjuk gigi memperkenalkan olahraga tradisionalnya. Kami bersyukur bahwa pada FORNAS kemarin beberapa olahraga tradisional sudah dipertandingkan ataupun didemonstrasikan seperti Benjang dari Jawa Barat, Gasing dari Riau dan Sumpit dari Kalimantan Timur serta beberapa olahraga tradisional lainnya seperti pencak silat, tarik tambang, egrang, gebuk bantal, terompah panjang dan dagongan. Kami berharap pada FORNAS-FORNAS mendatang jumlah olahraga tradisional yang berpartisipasi terus meningkat.
Apalagi, Indonesia melalui FORMI berencana akan menjadi tuan rumah bagi penyelenggaraan event olahraga rekreasi tingkat dunia yakni 6th TAFISA World Sport For All Games pada tahun 2016. Disitulah kita sebagai bangsa dituntut untuk menunjukkan identitas kebangsaan kita melalui olahraga tradisional yang kita miliki. Sudah saatnya kita mengembangkan secara professional olahraga tradisional kita masing-masing.
Salam olahraga!
Hayono Isman




